Selama 3 hari ini, 26-28 Maret 2010, di Sentul City (sekitar 38 kilometer dari Cawang), sedang diadakan Indonesian Hot Air Balloon Adventure yang pertama. Sebenarnya sih, penggunaan balon udara raksasa ini telah dilakukan pada acara nikah massal di Lampung dan Palembang. Saksi dan penghulu beserta pilot naik dalam satu keranjang dan diterbangkan, lalu menjalankan akad nikah di udara (enak kan kalau ikut nikah massal dan dapat sponsor?).
Di Sentul City ini jelas lebih berbeda. Total 15 balon udara (kalau nggak salah) didatangkan dari berbagai negara seperti Belgia, Belanda, Prancis, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Sebagai catatan, di negara-negara di atas festival balon udara sudah jadi hal yang biasa. Jadi ingat waktu bulan Juni tahun lalu ke Jerman, sempat melihat balon-balon udara serupa beterbangan di angkasa mendatangi lokasi acara. Sayangnya, besoknya hujan deras, sehingga festival pun dibatalkan.
Beda negara, beda daerah, jelas beda cuaca. Apalagi sekarang beberapa daerah masih masuk musim hujan. Padahal keberangkatan balon udara sangat bergantung sekali pada cuaca. Di atas (katanya) balon udara hanya akan mengikuti kemana angin membawanya. Yang bisa diatur hanyalah naik dan turun. Di Jakarta, kondisi udara di pagi hari (sekitar jan 6-7) dan sore hari (sekitar jam 18-19) dirasakan paling memungkinkan, karena udara belum terlalu panas dan angin belum bertiup terlalu kencang. Itu pun dengan asumsi, tidak hujan ya.
Cuma sempat datang di acara pagi ini dan belum dapat kesempatan untuk naik pula. Sebenarnya baru pagi tadi para pilot pemilik balon udara ini sempat mengetes arah angin dan memastikan pergerakan balon udara dan menentukan titik pendaratan. Pilot-pilot pemilik balon udara ini punya sertifikasi loh, dan berlaku internasional. Tiket untuk umum pun belum sempat dijual tadi pagi. Beberapa perwakilan media ada yang sempat merasakan naik balon udara (meski dalam kondisi terikat dengan mobil), sebelum akhirnya hujan mengguyur Sentul.
Kalau dengar selentingan dimana-mana hari ini memang banyak yang berkomentar kalau acaranya mengecewakan. Hehe, bisa jadi karena yang datang berekspektasi sangat tinggi. Namun seperti biasanya, ini adalah sebuah perhelatan pertama. Bisa jadi banyak tetek bengek terkait dengan sponsor dan birokrasi yang menghambat. Semoga saja hari Sabtu dan Minggu besok akan lancar dan tanpa hambatan (dan cuaca pun ikut berbaik hati).
Si penyelenggara acara sebenarnya ingin kalau acara ini pun nantinya bisa diselenggarakan di kota-kota lain. Para pilot balon udara itu pada hakikatnya sangat suka jalan-jalan dan mereka sangat senang kalau bisa melihat keindahan Indonesia dari atas. Jadi kalau ada usulan lokasi (yang pasti harus jauh dari laut), ajukan saja ke EO-nya, Beraksi Komunikasi.
Update Hari Ke-2
Untungnya hari ini cerah. Langit pun biru. Pengunjung pun mulai antri sejak pukul 06:30, sementara loket baru dibuka pukul 07:30. Mereka yang antri hari ini pun harus mengalah terlebih dahulu dengan yang telah antri di hari pertama. Kemarin sore Sentul memang hujan deras, sehingga tidak semua acara bisa dilakukan dengan sempurna. Belum jam 08:30 berakhir, jatah 200 tiket untuk hari ini telah habis (ini termasuk mereka yang tidak bisa mendapatkan kesempatannya di hari pertama).
Sempat ngobrol juga dengan warga Sentul yang ikut dalam antrian tadi. Acara Indonesian Hot Air Balloon Adventure ini rencananya memang mau diselenggarakannya di padang hijau, tempat bermain polo. Area ini sangat ideal, serta bebas dari tiang lampu dan jauh dari kabel tegangan tinggi. Namun sayangnya, hujan beberapa hari terakhir membuat tanah di area ini amblas hampir 1 meter. Mau tidak mau lokasi acara harus dipindahkan. Karena acara lokasi berpindah, para pilot balon udara harus melakukan pengujian ulang penerbangan untuk mengecek pergerakan angin. Itulah mengapa kemarin di hari pertama penyelenggaraan acara menjadi terlambat.
Update Hari Ke-3
Hari terakhir di acara Indonesian Hot Air Balloon Adventure. Suasana lebih ramai daripada hari sebelumnya. Langit terlihat cerah, meski sayang tertutup awan (kurang asyik jadinya kalau untuk foto). Pagi ini akhirnya dapat kesempatan untuk naik salah satu balon udara. Banyak balon udara menggunakan keranjang untuk menampung 3-4 orang, namun ada 2 balon udara yang hanya menggunakan 2 bangku. Kebetulan dapatnya balon udara yang hanya 2 bangku. Jadi hanya si pilot yang bernama Ben dari Belgia dengan penulis blog ini.
Beberapa cerita menarik yang bisa dikorek dari Ben (dan juga panitia) di hari ini adalah:
- Harga balon udara miliknya sekitar 40.000 Euro. Tertarik untuk beli?
- Untuk mendapatkan lisensi pilot, selain cek total kesehatan, harus sudah pernah terbang selama 25 kali di tempat yang berbeda-beda dengan didampingi tutor.
- Profesi utamanya memang sebagai pilot balon udara. Sebelumnya ia adalah pilot helikopter. Beberapa pilot lain katanya kebanyakan adalah pensiunan pilot pula. Setelah pensiun, mereka investasi membuat balon udara dan menjadikannya itu profesi sekaligus hobi.
- Tempat penyelenggaraan festival balon udara yang aman sebaiknya berada di area yang dikelilingi perbukitan atau gunung, sehingga angin tidak terlalu kencang. Ben menyebutnya “the box.”
- Penerbangan balon udara murni berdasarkan gerakan angin. Yang bisa dikendalikan hanya naik, turun, berputar ke kiri dan ke kanan (tadi sempat diminta Ben beberapa kali untuk menarik tali di sebelah kanan saat balon udara hendak ia putar ke kanan).
- Tempat balon udara mendarat mengikuti arah angin. Kebetulan tadi di atas angin agak tenang, sehingga balon udara hanya berputar-putar sekitar lapangan. Saat Ben bisa mendaratkan balon udaranya di lapangan yang sama, ia mendapat tepukan luar biasa dari rekan-rekannya. Rupanya, bisa mendaratkan balon udara di titik yang sama adalah hal yang sulit.
- Biasanya di Eropa, balon udara menjadi salah satu bagian dari paket wisata, misalnya: naik balon udara ke bukit, di sana sudah tersedia candle light dinner di tengah hamparan rumput. Atau pesta pernikahan dengan pasangan suami istrinya disahkan di atas balon udara.
- Dan terakhir, ia heran dengan para pengunjung yang berdatangan setelah jam 10:00, padahal hal paling menarik yang dilihat saat festival adalah sejak pagi hari, saat semua balon udara mulai mengembang.
Galeri foto selama 3 hari bisa dilihat di salindia berikut. Seperti biasa, klik pojok kiri atas untuk melihat versi layar penuh. Atau untuk melihatnya dalam format galeri, silakan kunjungi Eyesight.