Category: Blogger

new X2 logo

I got few proposed designs after I announced X2 project back then. It is tough to pick the winner cause they are all very good. In the end, the one from Elvis Stansvik becomes the new official logo of X2:

Thank you to everyone who has sent me the logo design!

English Language

Since few semester ago, i started to change how i make my material. I started to use English language instead of Indonesian for my material. There were several reason to do this:
  1. Some statement will lost it's meaning or become ambiguous when translated to Indonesian
  2. English phrases are often shorter than Indonesian
  3. To practice English (for me and for the students)
Some students didn't have problem with this, but the rest complained at the end of the semester when they were asked to give feedback about how a lecturer taught for the whole semester.

I'm a little bit surprised to see that they were having problems with English language, even though it's being used in most of the textbooks that are used in the class and also they had some basic English training since high school (or even elementary school now held an English or Chinese class). I don't want them to get spoiled, so i asked them to read the English version (the original version, not the translated version), since sometimes first problem did appeared when we used the translated version.

Come on guys/gals... you are a college students, no longer a six years kids anymore. Grow up and be realistics. If you can't even learn English, how will you survive in the real world where language become a critical element of success?

Perlukah Mewariskan Akun Social Media?

This image has no alt text

warisanPagi tadi salah seorang yang sempat menggagas semangat Indonesia Unite, Alex Abimanyu telah meninggalkan kita. Belasungkawa dari ratusan warga Twitter membanjiri timeline. Banyak dari mereka yang belum pernah bertemu langsung dengan beliau. Namun, eksistensinya serta inisiatifnya sejak Indonesia Unite membuat orang mencoba kenal dekat dengannya melalui tweet-nya.

Kita tidak tahu kapan seorang teman akan meninggalkan kita. Kita sendiri tidak tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Di dunia nyata, kita sudah menyiapkan asuransi jiwa, yang hasilnya bisa kita berikan ke ahli waris kita. Di dunia maya, mungkin kita perlu menyiapkan hal serupa. Bisa jadi itu berupa uang (kalau kita memang punya akun PayPal dan Google AdSense). Bisa jadi itu berupa eksistensi kita. Setiap saat kita meng-update status di Twitter dan Facebook. Setiap saat itu pula banyak orang yang membaca dan mulai menjalin ikatan batin dengan diri kita. Kita punya hutang kepada mereka yang telah peduli akan eksistensi diri kita di dunia maya.

Dahulu di Plurk, saat masih awal-awal popularitasnya, ada seorang pengguna yang meninggal. Di Plurk, saat seseorang tidak pernah aktif, nilai karmanya akan turun drastis. Banyak temannya melihat ini tidak adil, maka mereka pun mengajukan ke admin Plurk untuk membekukan nilai karma temannya ini. Plurk pun melakukannya sebagai tanda penghormatan kepada pengguna setianya ini.

Hal-hal seperti ini yang masih diabaikan oleh social media seperti Facebook. Seorang teman kuliah dulu yang kini telah meninggal tidak bisa dibekukan statusnya. Usianya masih terus bertambah. Sekarang, suaminya yang akhirnya menutup akun tersebut. Tidak ada fitur yang memudahkan untuk memberikan pernyataan kepada Facebook (atau social media lainnya) kalau seorang sahabat kita telah meninggal. Tidak ada fitur pula yang membuat profilnya bisa tetap abadi dikenang oleh banyak temannya di sana.

Oleh karena itu, sekedar untuk persiapan, alangkah baiknya kalau kita selalu memberikan password terbaru kita untuk Twitter, Facebook dan social media lainnya kepada orang yang paling kita percaya. Seandainya terjadi ada apa-apa pada diri kita, ada teman/suami/istri/saudara yang bisa melaporkan kondisi kita via akun tersebut. Teman-teman kita pun bisa tahu kalau itu adalah pengumuman resmi dari pemilik akun. Semua orang yang telah percaya kepada kita di ranah social media perlu tahu akan hal itu. Anggaplah ini sebagai upaya terakhir kita (atau pewaris kita) untuk membayar hutang ke teman-teman yang telah percaya kepada kita di social media.

Jadi, sudahkah Anda memberikan login dan password Anda ke seseorang yang paling Anda percayai?

Kredit foto: Sabrina

Perlukah Mewariskan Akun Social Media? ini adalah artikel dari: Media Ide
-- Sudah pernah membaca buku-buku berikut?

Resensi Buku : “Doorstoot Naar Djokja”

Hari Senin 8 Maret 2010 yang baru lalu saya mampir di toko buku Gramedia Metropolitan Mall Bekasi. Kebetulan Jupiter MX saya tinggal di rumah sehingga saya pulang ikut dengan teman yang melewati pintu tol Bekasi Barat dan bisa mampir di toko buku Gramedia MM.

Saya membeli 2 buah buku yang menarik minat saya. Yang pertama adalah “Doorstoot Naar Djokja : Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer” karya Julius Pour dan yang kedua adalah “Selimut Debu” yang merangkum kisah petualangan Agustinus Wibowo.

Doorstot Naar Djokja yang kira-kira berarti “Menembus Maju ke Djokja” adalah rekam jejak sejarah proses agresi Militer Belanda ke II yang berlangsung pada tanggal 19 Desember 1948. Agresi ini merupakan kemenangan lobi Louis Beel, Wakil Tinggi Mahkota di Batavia dan Letjen Simon Spoor yang mengepalai pasukan KNIL di Indonesia. Keduanya beranggapan, proses diplomasi tidak akan berhasil menaklukkan Indonesia kecuali jika militer Indonesia ditundukkan dalam satu serangan kilat ke ibukota Yogyakarta.

Saat agresi militer ini direncanakan sebenarnya posisi Indonesia sudah cukup kritis akibat perjanjian Renville dimana posisi Indonesia hanya tersisa pada Yogyakarta dan sekitarnya, sebagian Jawa Timur dan sebagian Sumatera. Daerah lain terpecah kedalam beberapa negara bagian yang bergabung kedalam BFO seperti negara Pasundan, negara Sumatera Timur, Negara Indonesia Timur dan lain-lain. Perjanjian Renville juga membawa dampak besar, yaitu dalam bentuk hijrahnya pasukan Siliwangi dari Jawa Barat ke Yogyakarta, Solo dan sekitarnya. Pasukan Siliwangi ini yang akhirnya berperan sebagai salah satu pasukan penumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Serangan kilat yang dilakukan oleh pasukan elite Belanda, Korps Speciale Troopen (KST) memang langsung dapat menguasai lapangan terbang Maguwo, satu-satunya lapangan terbang yang dimiliki oleh Indonesia yang digunakan untuk menembus blokade Belanda. Serangan ini kemudian dilanjutkan oleh pasukan baret hijau yang secara berbarengan melintasi garis demarkasi dan menyerbu wilayah Indonesia.

Dari sisi intelijen, serangan Belanda ini merupakan suatu sukses besar. Serbuan Belanda disesuaikan dengan rencana latihan perang pasukan Indonesia sehingga banyak warga Yogya yang menyangka bahwa serangan yang terjadi merupakan latihan perang pihak TNI. Serbuan ini juga mampu mengecoh pertahanan pasukan TNI yang dipusatkan diwilayah darat daerah Gombong dan Kroya.

Serbuan mendadak ini mampu meruntuhkan pertahanan kota Yogya sekaligus menangkap para pemimpin tertinggi seperti Presiden Soekarno, Wakil presiden Moh Hatta dan beberapa menteri. Peristiwa menyerahnya Presiden Soekarno memicu kekecewaan para pemimpin militer dan sebagian rakyat yang sebelumnya mendapat janji bahwa Presiden Soekarno akan memimpin sendiri proses perang gerilya. Kenyataan ini sangat berbeda dengan keteguhan Jenderal Soedirman, yang meski dalam kondisi sakit masih tetap berkomitmen melanjutkan perang gerilya.

Buku cukup detail mengungkap sebab dan akibat dari agresi Belanda, baik terhadap pemerintah Belanda maupun terhadap pemerintah Indonesia. Anggapan bahwa Belanda menang pertempuran namun kalah dalam peperangan sangat cocok menggambarkan perkembangan tragis yang harus diterima oleh Louis Beel dan Jenderal Spoor.

Bagi para penggemar cerita sejarah dan pertempuran, buku Julius Pour ini pantas menjadi salah satu koleksi berharga mengingat berbagai rangkuman cerita yang menarik seputar kehidupan semasa agresi militer Belanda. Buku ini bahkan cukup banyak mengurai kisah Letkol Slamet Riyadi yang mempertahankan kota Solo sewaktu di gempur Belanda.

Buku ini cukup imbang dalam memberikan porsi argumen mengapa para pemimpin sipil memilih menyerah dibandingkan secara frontal melawan agresi Belanda, termasuk argumen pemimpin militer yang tidak mau terjebak tipu muslihat Belanda yang banyak terjadi dimasa sebelumnya. Soal apakah perjuangan diplomasi sipil atau peran militer yang menjadi penentu kemenangan, TB Simatupang yang menjadi wakil KSAP (Kepala Staff Angkatan Perang) dimasa agresi militer Belanda II memberikan jawaban bijak : kombinasi antara diplomasi dan kekuatan senjata adalah hal krusial dalam kesuksesan perjuangan kita.

Artikel Terkait

  • Catatan Proses Restore Mailbox Zimbra
    Beberapa waktu yang lalu, Dudi Gurnadi-sosok yang saya hormati karena kecerdasan dan apresiasinya, meski saya belum pernah bertemu muka-membuatkan sebuah script sederhana untuk backup Zimbra mailbox s...
  • Rute Menuju Lokasi AmprokanBlogger 2010
    AmprokanBlogger 2010 akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 06-07 2010 dan akan diadakan di beberapa lokasi. Hari pertama diisi dengan acara anjangsana, city tour, kontes blog dan sarasehan. Lo...
  • OpenOffice Go-OO Edition
    Apa itu Go-OO ? Sesuai namanya, Go-OO adalah aplikasi OpenOffice yang sudah mengalami proses improvement. Improvement ini dilakukan sebagai bagian dari proses peningkatan kemampuan OpenOffice n...
  • Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 3
    Artikel sebelumnya : Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 1 Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 2 P...
  • Cloning Xen Hypervisor Guest Secara Mudah pada openSUSE 11.2
    Salah satu virtual appliance yang sering saya butuhkan adalah paket distro Linux dalam formasi JeOS (Just Enough Operating System), misalnya SLES (SUSE Linux Enterprise Server) JeOS, openSUSE JeOS, Ub...

Catatan Proses Restore Mailbox Zimbra

Beberapa waktu yang lalu, Dudi Gurnadi-sosok yang saya hormati karena kecerdasan dan apresiasinya, meski saya belum pernah bertemu muka-membuatkan sebuah script sederhana untuk backup Zimbra mailbox secara live. Script ini sangat bermanfaat untuk melakukan proses backup mailbox Zimbra tanpa harus melakukan stop dan start service Zimbra.

Pada artikelnya disampaikan bahwa proses restore bisa dilakukan melalui menu preferences pada mailbox masing-masing atau bisa juga dengan perintah seperti contoh berikut ini :

/opt/zimbra/bin/zmmailbox -z -m user@domain.com postRestURL “//?fmt=tgz&resolve=reset” /tmp/account.tgz

Saat ini saya sedang dalam proses migrasi Zimbra 5.0.22 openSUSE 10.3 yang ada pada VirtualBox kedalam Zimbra 6.0.5 yang ada pada SLES 11 Xen Hypervisor (berjalan diatas openSUSE 11.2). Kesempatan ini saya gunakan untuk melakukan testing restore hasil backup.

Berikut adalah beberapa pesan yang timbul saat saya mencoba perintah untuk restore :

  1. Permission Denied. Masalah ini terjadi karena saya menyimpan file backup dengan permission akses milik root. Saya harus mengubah permissionnya dengan perintah chmod agar user Zimbra bisa mengakses file backup tersebut
  2. Cannot Execute Binary File. Hal ini terjadi karena ada kesalahan penulisan tanda kutif pada perintah diatas. Tanda kutif pada format tulisan dengan format RTF (Rich Text Format) berbeda dengan tanda kutif pada penulisan plain text. Ganti tanda kutif tersebut dengan menghapusnya dan kemudian mengetik tanda kutif secara manual melalui keyboard
  3. Illegal Argument.
    zimbra@mailserver:~> zmmailbox -z -m vavai@namadomain.co.id postRestURL '//?fmt=tgz&resolve=reset' /srv/zimbrabackupvavai.tgz
    Exception in thread "main" java.lang.IllegalArgumentException: Invalid uri 'http://mailserver.namadomain.co.id:80/home/vavai@namadomain.co.id/???fmt=tgz&resolve=reset': escaped absolute path not valid
    at org.apache.commons.httpclient.HttpMethodBase.(HttpMethodBase.java:219)
    at org.apache.commons.httpclient.methods.ExpectContinueMethod.(ExpectContinueMethod.java:92)
    at org.apache.commons.httpclient.methods.EntityEnclosingMethod.(EntityEnclosingMethod.java:118)
    at org.apache.commons.httpclient.methods.PostMethod.(PostMethod.java:105)
    at com.zimbra.cs.zclient.ZMailbox.postRESTResource(ZMailbox.java:2592)
    at com.zimbra.cs.zclient.ZMailboxUtil.doPostRestURL(ZMailboxUtil.java:2724)
    at com.zimbra.cs.zclient.ZMailboxUtil.execute(ZMailboxUtil.java:1138)
    at com.zimbra.cs.zclient.ZMailboxUtil.main(ZMailboxUtil.java:2607)
    

    Masalah ini juga sama dengan diatas, kesalahan penggunaan tanda kutif 1 pada perintah, semestinya menggunakan tanda kutif 2

Berikut adalah contoh perintah yang berhasil saya pergunakan :

zimbra@mailserver:~> zmmailbox -z -m vavai@namadomain.co.id postRestURL "//?fmt=tgz&resolve=reset" /srv/zimbrabackupvavai.tgz

Saya akan membuatkan script lengkap yang akan secara otomatis melakukan proses restore semua mailbox yang sudah ditransfer menggunakan script yang dibuat oleh mas Dudi. Saat ini scriptnya sedang saya ujicoba dan lengkapi.

Referensi Artikel :

  1. http://dgk.or.id/archives/2010/02/11/live-backup-untuk-zimbra-open-source-edition/
  2. http://www.zimbrablog.com/blog/archives/2008/09/zcs-to-zcs-migrations.html
  3. http://www.zimbra.com/forums/administrators/37114-per-user-backup-foss-edition.html
  4. http://wiki.zimbra.com/index.php?title=Zimbra_to_Zimbra_Server_Migration

Artikel Terkait

Nasi kuning for lunch

Lunch at the office.

No related posts.

Memanfaatkan Barcode Scanner BB Messenger

Jika Blackberry Messenger anda sudah versi 5.0, ada sebuah fungsi Barcode 2D scanner yang bisa dimanfaatkan untuk membaca  QR-Code.   Contoh barcode ini dapat dilihat di koran Kompas.  Sejatinya fungsi scanner ini untuk memudahkan kita bertukar nomer PIN BB.   Jadi daripada mengetik Pin BB yang lumayan ribet itu, kita cukup menampilkan barcode 2D Pin BB [...]


One Down, Two More

I'm done for this week. What i mean is the mid test. The students has taken the mid test yesterday and today and what's next is to marks them. This is the hard part, since there are so many of them.

Today i have finished marking the first assignment and now two mid test course are waiting for Gym

Gerobak

Apa ini? singkatnya: apt-web yang lebih personal. Coba buka http://gerobak.dahsy.at/

Ada yang mau bantuin ngetes? Ada yang mau nyumbang sebuah VPS atau server beneran? Ada yang mau bantuin bikin?

Kok butuh VPS/server sendiri? Karena sepertinya Gerobak butuh sumber daya komputasi yang tidak kecil. Bisa bikin tetangga bahkan pemilik kontrakan ngomel2 kalau dipasang bareng-bareng dengan yang lain.

Kode sumber: http://github.com/fajran/gerobak. Lisensi: GNU AGPL 3

Amprokan Blogger 2010 (4) : “Menyulap” Sampah Menjadi Berkah

Tidak jauh dari UKM Boneka adalah lokasi kunjungan para peserta Amprokan Blogger berikutnya, yaitu Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu yang letaknya bersebelahan dengan TPA Bantargebang.

Di benak para peserta Amprokan mungkin saja terbersit kesan bakal mengunjungi sebuah daerah yang paling tidak menyenangkan selama acara Amprokan Blogger di Bekasi. Sebuah anggapan yang tidak salah. Tapi setelah tiba disana, sedikit banyak impresi itu bisa berubah. Meski memang, namanya juga tempat pembuangan sampah, baunya masih tetap ada, meski sudah tereduksi secara signifikan.

Disanalah sebuah “sejarah” baru tengah digulirkan. Tak heran jika Wakil Walikota Bekasi Bapak Rahmat Effendy dalam kata sambutannya menyambut kedatangan kami dengan bangga menyatakan bahwa, pada tempat inilah onggokan sampah bisa berubah menjadi berkah.

Di area penimbunan sampah akhir tersebut Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama denga PT Gikoko Kogyo Indonesia menerapkan manajemen persampahan Kota dengan memanfaatkan mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism, atau CDM) melalui pemusnahan Gas Metana.

Harus diakui pembuangan akhir sampah dengan sistem penimbunan secara terbuka menyebabkan pemanasan global dikarenakan Gas Metana (CH4) dari proses anaerobic. Konsekuensi ikutan lainnya adalah dampak langsung maupun tidak langsung bagi penduduk sekitar maupun lingkungan. Atas pertimbangan itulah, Pemerintah Kota Bekasi “menggandeng” mitra PT Gikoko Kogyo untuk mengatasi persoalan ini.

Proyek Pemusnahan Gas Methan di TPA Sumur Batu dilakukan melalui cara teknik penutupan “Entombment Cell” dengan geomembran. Selain menghalangi masuknya air hujan,sehingga dapat mereduksi level air didalam sel, geomembran ini menghalangi pelepasan emisi gas Methana ke udara, sehingga penangkapan gas bisa dilakukan secara optimal. Banyak resiko yang bisa dihindari lewat metode ini seperti kebakaran, polusi udara, dan longsor.

Gas yang “tertangkap” disalurkan melalui sebuah pipa utama menuju tabung pembakaran (burning chamber) lalu dimusnahkan. Sebagian dari gas tersebut digunakan untuk pembangkit listrik yang nantinya digunakan untuk kebutuhan sistem instalasi itu sendiri maupun dijual secara komersial.

Dapat dikatakan bahwa dari TPST Sumur Batu inilah dapat dibangun instalasi PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Seperti dikutip dari Kompas online,

PLTS rencananya akan dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik 26 MW. Sampah memang tidak berperan langsung menghasilkan listrik, tetapi diproses dulu untuk menghasilkan gas metan yang akan diubah menjadi energi listrik. Mula-mula, sampah-sampah dari TPST Bantar Gebang dikumpulkan dan diolah melalui sebuah proses pengolahan yang disebut control and sanitary landfill, yakni proses penguraian, penutupan, dan pemanasan sampah untuk menghasilkan gas metan. Gas metan yang dihasilkan kemudian akan dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar generator penggerak PLTS. Untuk menghidupkan dan menggerakkan sebuah generator PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) per jam dibutuhkan gas metan hasil olahan dari sekitar 1.000 kubik sampah.

Benefit tambahan juga bisa didapatkan yakni dari kontrol rekaman jumlah Gas Methana yang telah dimusnahkan akan disertifikasi sebagai “Carbon Credit” yang berdasarkan Protokol Kyoto dapat dikompensasi menjadi jumlah uang per ton gas Metan yang dimusnahkan.

Disisi lain, sampah yang ada bisa didaur ulang atau digunakan sebagai kompos/pupuk yang pada gilirannya akan memberikan keuntungan ekonomis. “Kejelian” Pemkot Bekasi menangkap peluang ini patut diapresiasi karena upaya yang dilakukan tidak hanya mengurangi dampak ekologi dari timbunan sampah namun juga dapat menyumbangkan tambahan penghasilan bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi melalui penjualan listrik lewat PLTS, Kredit Karbon, Penjualan Kompos/Pupuk dan Daur Ulang. Tak salah memang apa yang dikatakan oleh Bapak Wakil Walikota : Disinilah Sampah bisa berubah jadi Berkah !

Perjalanan berlanjut menuju ke Kota Jababeka Cikarang..

(bersambung)