Category: Blogger

Spam jaman sekarang..

Situs social networking seperti Facebook biasanya menyediakan fasilitas untuk mengundang orang lain melalui email. Sayangnya.. fasilitas ini mulai disalahgunakan untuk kepentingan spamming.. cape deh.. -_-

spam

The BOBs – Best Weblog Indonesian

Kamu tau The BOBs? Ini adalah kompetisi blog dari Deutsche Welle:

Deutsche Welle has entered the final stage of its sixth annual international weblog awards – The BOBs. Our jury has named the finalists and now it’s your turn to decide the people’s choice winners.

This year, we received 8,408 nominated blogs. This includes the blogs, podcasts and videoblogs nominated in 17 different categories. We didn’t and have never counted a nominated blog twice – once is good enough for us. Each blog – whether it was nominated once or 100 times – has an equal chance with our jury. The total number of nominations from users this year was 58,837.

Nah berikut beberapa blog dari Indonesia yang lolos untuk bisa kamu vote, sebelum lolos ke tahap penjuran di Berlin. Mau dukung siapa, hayooo? Daftar selengkapnya dari blog Indonesia yang lolos ada di sini.

picture-642

Why Linux is Better

Some people asked me "Why would you use Linux?, Isn't it a difficult operating system?" Sometimes, it's hard to convince them that Linux is easy to use (this is my personal opinion, so it's objectable), but people do believe that Linux is more stable and secure than Windows.

For those who have the same questions from other people, ask them to visit this site: Why Linux is better. It lists every pro/cons of using Linux so that people can compare and see why Linux is definitely better than Windows Big Boss

* This is a scheduled post *

Intelijen Bertawaf : Ulasan Dalam Kebersahajaan Artikulatif


Judul Buku : Intelijen Bertawaf , Teroris Malaysia dalam Kupasan
Karya : Prayitno Ramelan
Editor : Pepih Nugraha
Penerbit : Grasindo, 2009
Tebal : 227 halaman
Cetakan : Pertama, November 2009

Kisah Intelijen, selalu menarik, karena laksana kisah alam gaib. Banyak yang merasa tahu tapi hanya bisa mengira-ngira. Demikian prolog tulisan Pak Prayitno Ramelan di salah satu artikelnya dalam buku “Intelijen Bertawaf” (selanjutnya saya sebut sebagai IB) dibawah judul “Adam Malik Agen CIA?”.

Ya, saya setuju dengan pernyataan ini.

Dunia Intelijen bagi saya sebagai orang awam sekaligus “orang sipil” tak ubahnya bagai sebuah dunia penuh misteri, penuh teka-teki, tapi selalu bikin penasaran. Daya tariknya membetot dan membangkitkan rasa ingin tahu , namun kerapkali menimbulkan rasa gentar di hati, layaknya menyelami lebih dalam dunia gaib.

Sebagai salah satu penikmat tulisan-tulisan Pak Prayitno di Blog Kompasiana, kehadiran buku IB melengkapi sebuah “puzzle” dalam pemikiran saya untuk memahami—dalam kerangka fikir lebih sederhana—mengenai sisi menarik dari dunia Intelijen. Pak Pray—demikian “nama mesra” Pak Prayitno Ramelan yang pada tanggal 22 Oktober 2009 lalu dinobatkan sebagai Bapak Publik Kompasiana—dengan lancar dan tangkas bertutur tentang banyak hal mengenai beragam aspek mulai soal Perang Intelijen dalam Pilpres, Kisah sang teroris payah, Cerita dibalik jatuhnya Helikopter TNI AU, Narasi seputar terorisme, aksi Noordin M Top dan kawan-kawan, soal Penyadapan Rani dalam kasus Pembunuhan Nazruddin Zulkarnain hingga Pengalaman Pak Pray terhindar dari bom di JW Marriot.

Seluruh rangkaian kisah ini di “hidangkan” kepada pembaca dengan racikan yang gurih, analisa yang cerdas mendalam disertai humor renyah yang kerap membuat kita menyunggingkan senyum. Sebagai Pensiunan Perwira Tinggi TNI AU dengan pangkat Marsekal Muda, Pak Pray meramu pengalamannya sebagai mantan Penasihat Menteri Pertahanan Bidang Intelijen dengan kemampuan penulisan ala blogger dengan perspektif jurnalisme warga dalam rangkaian tulisan-tulisan di buku IB yang menghasilkan sebuah produk “dashyat” : meneropong “dunia misteri” intelijen secara komprehensif, tajam dan lugas dalam kebersahajaan artikulatif, independen dan memiliki sentuhan personal yang menyentuh. Gaya bahasa populer yang disajikan Pak Pray dalam buku yang diluncurkan pada tanggal 5 Desember 2009 di apartemen Essence Jakarta Selatan ini, membuat pembaca tidak merasa “berjarak”, karena disampaikan secara lancar mengalir dan “gaul”. Membaca buku ini laksana sedang bercakap akrab dengan Pak Pray di sebuah beranda menjelang senja sembari menikmati teh manis serta hidangan pisang goreng hangat.

Pak Pray dan Buku IB yang termasuk dalam kategori Buku Laris di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall  (diambil dari koleksi foto Pak Pray di Facebook)

Judul buku yang cukup “menggelitik” menjadi salah satu daya tarik awal buku ini dan mungkin saja akan melecut kontraversi. Pak Pray mengulasnya dengan lincah serta dikaitkan dengan contoh aktual yang ada. Pada halaman 63, Pak Pray menjelaskan mengapa Intelijen itu harus bertawaf.: Tawaf itu, menurut Pak Pray yang juga adalah putra dari Ran Ramelan seorang tokoh betawi dan oleh pemerintah dianugerahi sebagai “wartawan tiga zaman” negeri ini, adalah kodrat Ilahi, jangankan manusia, alam semesta saja bertawaf. Bulan bergerak mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari. Matahari sebagai bagian salah satu Bimasakti mengelilingi induknya. Bimasakti juga bergerak. Jadi hakikat tawaf adalah “gerak.” Yang patut diingat, gerak dalam hakikat tawaf adalah gerakan yang teratur dan terstruktur. Baik itu gerakan yang sudah menjadi ketentuan Tuhan, seperti gerakan jagat raya tadi. Disisi lain ada pula katagori gerakan, dimana Tuhan memberi manusia keleluasaan untuk menentukan polanya. Konsekuensi logisnya, ya harus ditanggung sendiri oleh si manusia itu.

Banyak contoh, misalnya perjalanan industri minyak kita. Pada awal 70-an, Pertamina adalah guru yang mengajari Malaysia membangun “oil industry.” Lihat kini, setelah 40 tahun, kondisinya berubah drastis. Petronas sudah ’sprint’, pertamina masih saja ‘warming up’. Dengan sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya raya, agak aneh kalau kita masih import minyak. Mungkin ini disebabkan kebijakan masa lalu, atau sebab-sebab lainnya. Apapun alasannya, hakikatnya sangat jelas. Petronas melakukan tawaf secara sistematis dan terstruktur pada 40 tahun terakhir. Sebaliknya pengelolaan Pertamina, mungkin bertawaf, mungkin juga tidak. Andaipun bertawaf pasti memakai gaya bebas.

Uraian pragmatis Pak Pray disertai contoh kasus (plus sentilan kritis) didalamnya mengantar pemikiran pembaca untuk mendapatkan sebuah lanskap nyata tentang paparan sederhana analisis intelijen ala Pak Pray. Pada beberapa tulisan lain Pak Pray juga mencantumkan ulasan-ulasan yang jernih dan tangkas. Dalam tulisan “Perang Intelijen dalam Pilpres” di halaman 22 misalnya, Pak Pray menuliskan adanya dugaan bahwa BIN dan TNI ikut berperan dalam Pilpres 2009 bahkan konon ada pihak intelijen luar negeri ikut “bermain”. Pak Pray mengulas topik ini dengan lebih dulu menguraikan filosofi intelijen yang seperti saya kutip dari tulisan beliau “Apabila dilihat dari fungsinya maka intelijen melakukan kegiatan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Baik sebagai organisasi, kegiatan maupun fungsinya maka semuanya itu harus dimulai dengan recruitment, seleksi, pendidikan dan penugasan. Dari sederet panjang tuntutan mutlak yang ada pada tiap calon rekrut ialahintegritas pribadi, loyalitas dan kemampuan profesional. Integritas pribadi merefleksikan sosok seorang yang jujur, dapat dihandalkan, satu kata dengan perbuatan, memiliki keberanian moral, adil dan bijaksana. Loyalitas, atau kesetiaan, mengandung keteguhan akan komitmen seseorang kepada misi yang diembannya, kepada etika profesinya, kepada organisasinya, dan terutama kepada bangsa dan negaranya, diatas segala-galanya tanpa pamrih. Sosok dan lembaga intelijen tidak boleh menyimpangkan kesetiaannya kepada kelompok atau golongan, atau kepentingan-kepentingan sempit di luar kepentingan nasional. Memang dalam “pakem” intelijen, kesetiaan intelijen hanyalah kepada “user” atau pengguna, disebut sebagai single client. Dalam kedudukan BIN, organisasi akan setia penuh kepada Presiden sebagai user, bukan kepada pribadi”.

Pada ulasan selanjutnya, Pak Pray menampilkan analisis betapa istilah terjadinya “Perang Intelijen dalam Pilpres” sungguh bukanlah merupakan terminologi yang tepat. Penggunaan ilmu intelijen, ungkap Pak Pray, seperti pembentukan opini, negative campaign, black campaign memang nampak telah digunakan. Tetapi dinilai bukan sebagai sebuah hasil dari operasi intelijen lingkup besar yang terencana dengan matang. Menutup ulasannya, Pak Pray menyatakan,”Yang penting kini bagi para calon presiden dan wakil presiden sebaiknya lebih hati-hati dengan masukan yang nampaknya baik tetapi kemudian justru menimbulkan polemik yang merugikan citranya”.

Hal menarik yang terdapat dalam buku ini adalah adanya rangkaian komentar terpilih para pembaca di Blog Kompasiana, yang–seperti ciri khas Pak Pray–dibalas satu persatu dengan pembahasan yang komprehensif, santai dan cerdas.

Saya dan Pak Pray pada peluncuran buku Pak Chappy Hakim di Planet Lounge, Hotel Sultan, Jkt 1 Agustus 2009

Saya dan Pak Pray saat peluncuran buku karya Pak Chappy Hakim”Cat Rambut Orang Yahudi” di Airman Planet Lounge , Hotel Sultan 1 Agustus 2009

Diskusi tentang materi yang ditulis Pak Pray terjadi secara spontan dan interaktif. Kelebihan Blog yang memiliki unsur “percakapan” didalamnya melalui komentar pembaca menjadi nilai tambah tersendiri. Dan dengan mencantumkan “percakapan” tadi dalam buku justru akan memperkaya perspektif materi yang dibahas bahkan semakin memperdalam esensi materi yang dipaparkan. Hanya saja, saya menangkap ada kekurangan disini, dimana ada komentar yang ditayangkan dibuku merujuk pada komentar sebelumnya, akan tetapi komentar tersebut tidak terpilih dan “beruntung” untuk dipajang dibuku ini. Terkesan ada “missing link” memang, tapi secara umum tidak terlalu signifikan, karena uraian yang diberikan Pak Pray menanggapi komentar tersebut relatif sudah menjelaskan dan merangkum semuanya.

Akhir kata, selamat dan sukses untuk Pak Pray atas buku IB ini. “Old Soldier never die, they just fade away,” demikian kutipan Jenderal Douglas Mc Arthur yang dikutip pada pengantar buku ini. Terbukti, meski sudah memasuki masa purnawira, Pak Pray tidak “redup” (atau “fade away”) bahkan menghasilkan karya yang bernas dan bermanfaat untuk generasi sesudahnya.

Saya tetap menantikan kehadiran Buku Pak Pray berikutnya.

Tips agar Instalasi Zimbra Berjalan Mulus & Lancar

Instalasi Zimbra mail server bagi pemula, terutama bagi para Administrator Windows yang ingin melakukan migrasi dari MDaemon atau Microsoft Exchange Server mungkin akan menjadi petualangan tersendiri, meski mekanisme, cara dan tutorial instalasinya sudah bertebaran dimana-mana. Bagi rekan-rekan yang ingin mencoba Zimbra namun masih merasa khawatir merasa kesulitan, berikut adalah beberapa tips agar instalasi Zimbra berjalan dengan lancar :

  1. FIREWALL. Agar instalasi berjalan dengan lancar, matikan firewall saat hendak melakukan instalasi. Hal ini akan meniadakan kemungkinan masalah dari sisi firewall yang membuat bingung proses penyelesaiannya. Setelah selesai instalasi dan Zimbra dipastikan berjalan dengan baik, aktifkan firewall sehingga kalaupun ada masalah, itu kemungkinan besar karena setting firewall yang belum sempurna. Untuk mematikan firewall pada distro openSUSE/SLES, masuk ke menu YAST | Security & User | Firewall.
    `
    Jika firewall diaktifkan, jangan lupa untuk membolehkan port-port tertentu yang digunakan oleh Zimbra. Daftar lengkap port yang digunakan oleh Zimbra dapat dilihat pada tabel 1
  2. Konfigurasi DNS. Zimbra membutuhkan A records yang merujuk pada nama hostname-nya. DNS Server yang digunakan bisa diinstalasi pada Zimbra atau menggunakan DNS Server yang sudah ada. Untuk keterangan detail, silakan baca penjelasan umum seputar DNS di Zimbra. Panduan konfigurasi DNS server secara mudah dapat dibaca pada artikel ini : Tutorial : Mudahnya Konfigurasi DNS Server pada openSUSE/SLES
  3. Penulisan /etc/hosts. Zimbra menggunakan file /etc/hosts untuk merujuk konfigurasi LDAP yang ia miliki. Penulisan nama host pada /etc/hosts harus menggunakan pola FQDN (Fully Qualified Domain Name) atau penulisan nama domain secara lengkap, misalnya mail.vavai.com, bukan sekedar ditulis mail. Berikut adalah contoh penulisan file /etc/hosts yang saya gunakan, yang berjalan dengan baik pada Zimbra semua versi.
    #
    # hosts         This file describes a number of hostname-to-address
    #               mappings for the TCP/IP subsystem.  It is mostly
    #               used at boot time, when no name servers are running.
    #               On small systems, this file can be used instead of a
    #               "named" name server.
    # Syntax:
    #
    # IP-Address  Full-Qualified-Hostname  Short-Hostname
    #
    
    127.0.0.1       localhost
    192.168.0.10    mail.vavai.com mail
    
  4. Port Conflict. Zimbra menggunakan berbagai port untuk operasionalnya, meliputi port web server menggunakan Jetty, port POP3, port SMTP, IMAP dan lain-lain. Jika instalasi ingin berjalan lancar, hapus atau non aktifkan port Postfix, Sendmail atau Qmail, port web server Apache (port 80) dan port-port seperti pada tabel 1. Meski Zimbra bisa digunakan berbarengan dengan Apache web server baik menggunakan port SSL atau menggunakan tuning tertentu, saya pribadi tidak menyarankannya dan lebih cenderung untuk memisahkan Zimbra dengan web server. Pemisahan ini akan memastikan konfigurasi Zimbra tidak tergantung pada konfigurasi non Zimbra
  5. Library & Paket Tambahan. Zimbra memerlukan paket aplikasi tertentu agar berjalan dengan mulus. Detail lengkap library yang dibutuhkan dapat dibaca pada Zimbra Requirement. Untuk SLES 11 atau openSUSE, paket tambahan yang diperlukan dalam posisi instalasi server mode (text mode) adalah fetchmail dan sysstat.
  6. Penggunaan Harddisk. Zimbra memerlukan minimal kapasitas kosong sebesar 5 GB (diluar sistem operasi). Meski demikian, kita harus mempertimbangkan beberapa hal terkait penentuan kapasitas Zimbra ini, misalnya mekanisme penyimpanan email, backup dll. Keterangan lengkap penentuan penggunaan harddisk Zimbra dapat dibaca pada artikel berikut : Tips Menentukan Kapasitas Harddisk Zimbra

Jika menginginkan solusi instalasi Zimbra yang lebih mudah, pertimbangkan untuk menggunakan Zimbra Appliance. Zimbra Appliance sudah memenuhi semua syarat diatas sehingga anda hanya perlu mengikuti wizard atau panduan instalasi. Detail keterangan mengenai Zimbra Appliance dapat dibaca disini : Rilis Zimbra Appliance Versi 11.1.5.

Sumber tulisan : http://www.zimbrablog.com/blog/archives/2009/05/6-tips-for-a-smooth-zimbra-server-install.html

Artikel Terkait

Amprokan Blogger 2010 (7) : Edukasi dan Pengalaman Kunci Penerapan Cyber City

Seminar Interaktif sesi pertama yang menghadirkan Budi Putra, Romi Satria Wahono dan Ahmad Mabruri, dipandu oleh saya sebagai moderator

Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu buah bis ke lokasi acara di aula gedung Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Rawa Panjang Bekasi. Di tempat ini, peserta mendapatkan tambahan satu kaos lagi dari sponsor Toa (PT.Elsiscom) yang diletakkan dalam sebuah goodie bag.  Kurang lebih 200-an peserta hadir dalam ruang yang sungguh besar dan lega dimana konon aula ini masih baru dan justru baru pertama kali digunakan untuk acara Blogger Bekasi. Wah..sungguh suatu kehormatan luarbiasa.

Dipandu oleh pasangan MC kawakan Blogger Bekasi, yaitu Mas Ipul dan sang istri tercinta, acara seminar yang mengusung tema “E-Government dan Peran Komunitas Blogger” inipun dibuka. Rangkaian kata sambutan mulai dari salah satu sponsor utama acara ini Telkom Indonesia, Ketua Panitia/Ketua Blogger Bekasi dan Walikota Bekasi diwakili oleh Kabag Telematika kantor Walikota Bekasi.

Para Peserta Seminar Interaktif Amprokan Blogger 2010

Ibu Nelly (Kabag Telematika Kodya Bekasi yang dapat julukan “bunda”-nya Blogger Bekasi) yang mewakili pihak Pemerintah Kota Bekasi, menyatakan atas nama Pemerintah sangat mendukung kegiatan Amprokan Blogger ini yang memberikan sumbangsih besar berupa pemikiran-pemikiran positif bagi pengembangan wilayah Bekasi, sekaligus ajang ini menjadi sarana terbaik untuk mempromosikan potensi dan keunggulan Bekasi yang pada gilirannya diharapkan meningkatkan citra Kota yang akan merayakan HUT 13 ini secara keseluruhan.

Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Amprokan Blogger 2010 yang juga adalah Ketua Komunitas Blogger Bekasi, Aris Heru Utomo menjelaskan latar belakang pemilihan tema Seminar kali ini. Menurutnya, Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, aktivitas penyampaian informasi menjadi bagian yang sangat vital. Melalui informasi yang dikelola secara cermat dan akurat, publik akan memahami, bahkan memberikan dukungan, ketika suatu kebijakan pembangunan digulirkan.

Demikian pula sebaliknya. Jika informasi yang disampaikan tidak dipahami dan kurang transparan, kekhawatiran akan timbulnya keresahan bahkan gejolak sangat dimungkinkan mengemuka. Menyadari peran dan arti pentingnya informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, kita melihat bahwa salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, adalah menerapkan sistim elektronik government (e-government) atau pemerintahan berbasis eletronik dengan menggunakan teknologi informasi (seperti Wide Area Network, Internet dan mobile computing).

Di Indonesia, inisiatif e-government telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika). Dalam instruksi itu dinyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi. E-government wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat di gunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat berupa pelayanan yang mendasar dan menyederhanakan hubungan antar masyarakat dan pemerintah. Interaksi dapat berupa satu arah dengan menyiapkan fasilitas men-download formulir yang dibutuhkan. Selain itu dapat pula dilakukan dua arah dengan mengumpulkan formulir secara online atau pelayanan elektronik penuh berupa pengambilan keputusan dan delivery (pembayaran). Seminar ini, kata Mas Aris yang juga adalah seorang Diplomat di Deplu RI, akan memberikan wacana yang bermanfaat tentang penggunaan E Government yang memberikan keuntungan luas bagi masyarakat.

Peserta Amproan Blogger menyanyikan lagu Mars Blogger Dadakan sambil bertepuk tangan keatas kepala

Sebelum memasuki Seminar sesi pertama, secara mengejutkan Mas Ipul, sang MC berkepala plontos meminta waktu sejenak para peserta untuk menyanyikan lagu Mars Blogger yang dibuatnya secara dadakan.

Ini dia lirik lagunya:

BLOGGER TAK KENAL RINTANGAN

MESKI JALAN PENUH HALANGAN

KAN HILANG DI DALAM HATI YANG RIANG

BLOGGER TAK KENAL RINTANGAN

Mars diatas dinyanyikan dengan penuh semangat oleh hadirin yang hadir di aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi dengan cara bertepuk tangan dua kali diatas kepala lalu memajukan kedua belah tangan kedepan. Pokoknya seru sekali. Suasana mendadak semarak oleh tepuk riuh para blogger yang begitu bersemangat. Sayapun naik ke panggung untuk memandu seminar bagian pertama dengan optimisme membara.

Di atas panggung saya mulai memandu Talkshow yang bertajuk “Green Cyber City dan Peran Komunitas Blogger” yang menghadirkan pembicara  Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia). Romi Satria Wahono (Dosen dan Praktisi IT serta penggagas www.ilmukomputer.com) dan Ahmad Mabruri (staf khusus Menkominfo). Ketika itu Pak Romi terlambat datang ke lokasi acara sehingga acara diteruskan dengan dua pembicara dulu.

Dalam uraiannya, Budi Putra mengungkapkan bahwa untuk menerapkan Cybercity ada 2 hal yang mesti menjadi pemikiran utama yaitu : Edukasi dan Pengalaman. Artinya adalah, upaya sosialisasi secara luas tentang manfaat yang diperoleh dengan keberadaan cybercity melalui edukasi secara intensif merupakan sebuah “pra kondisi” yang kondusif dan melalui pengalaman-pengalaman yang diterapkan dari edukasii itulah, para pengguna bisa terbentuk ruang kesadarannya untuk memanfaatkan fasilitas cybercity yang disediakan secara maksimal.

Lebih lanjut Blogger profesional pertama di Indonesia ini mengungkapkan bahwa pendekatan “Top Down” mesti dilakukan pemerintah terutama untuk membangun E-Government dan Cybercity dimana dukungan Komunitas Blogger menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah untuk mensosialisasikan program tersebut secara lebih luas. “Sinergi antara Pemerintah dan Komunitas Blogger seperti yang diadakan di Bekasi ini, sudah merupakan langkah yang tepat dan ini layak diapresiasi serta komitmen tersebut hendaknya terus diterapkan dalam program-program yang nyata dan tertata,” ujar Budi Putra.

Para Pembicara dan Moderator talkshow sesi pertama bergambar bersama Ketua Blogger Bekasi dan Kabag Telematika Pemkot Bekasi seusai acara

Dalam kesempatan berikutnya, Ahmad Mabruri staf khusus Menkominfo menanggapi soal stigma buruk yang “ditempelkan” pada internet pasca beberapa kasus kejahatan yang terjadi belakangan ini. “Internet itu tidak jahat,”kata Pak Ahmad yang ternyata adalah pembuat akun twitter Menkominfo Pak Tifatul Sembiring ini. “Internet hanyalah perangkat, jadi bila ada kasus kejahatan yang terjadi karena penggunaan perangkat ini, maka jangan internetnya yang disalahkan namun tentu saja sang pelaku sendiri yang sudah memiliki niat jahat dibenaknya. Olehnya itu kita mesti lebih bijak menggunakan perangkat internet untuk keperluan-keperluan yang positif dan mencerahkan,”ungkap Pak Ahmad.

Romi Satria Wahono yang datang beberapa saat kemudian, menampilkan presentasi menarik tentang 20 Gaya Posting di Blog. “Ini pasti tidak “nyambung” dengan tema diskusi kita, tapi yang jelas, ini akan memberikan wawasan baru buat anda semua para blogger tentang memahami 20 Gaya posting di blog,” kata CEO Brainmatics ini antusias.

Acara Talkshow sesi pertama diakhiri dengan pemberian hadiah kuis dan pertanyaan pilihan terbaik ala moderator. Setelah itu kepada para pembicara, Kabag Telematika Ibu Nelly dan Ketua Blogger Bekasi Aris Heru Utomo menyerahkan plakat serta kenang-kenangan kepada para pembicara.

Dibawah ini saya tampilkan slide presentasi Pak Romi yang saya ambil dari posting diblognya.:

(Bersambung)

Rejuvenasi Plasa.com

This image has no alt text

Bisa jadi semua orang sudah kenal dengan situs Plasa.com. Eh, ada yang belum? Kalau begitu, mungkin Anda masih terlalu muda untuk mengingatnya. Pada masanya dulu di sekitar tahun 2000-an tumbuh banyak situs portal. Bahkan saat itu sempat ada pameran komputer, dan para pemain situs portal itu ikut bereksibisi di sana. Pernah dengar Kopitime.com? Kitakita.com? Lipposhop.com? Kalau pernah dengar tiga situs ini, berarti Anda memang sudah tidak muda lagi. Tiga situs ini hanya sebagian dari puluhan situs portal berbasis konten lainnya yang ambruk di era dotcomer tahun 2000-an.

Di antara situs-situs itu ada yang beradaptasi, mengubah konsep, dan tetap bertahan hingga kini. Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi ternama tentu nggak mau ikut ketinggalan tren. Plasa.com sempat menjadi salah satu portal populer saat itu. Portal yang tak hanya menyajikan konten berita, juga menjadi ajang kumpul komunitas di forum. Kalau nggak salah, saat itu ada 3 situs forum yang populer. Selain Plasa.com, ada Kafegaul.com dan versi lamanya Kaskus.us. Tiga forum ini selalu ramai. Pembicaraannya pun beragam, seakan-akan sebuah mal, segala topik bisa ditemukan di sini. Jual beli barang juga ditemukan di ketiga forum, termasuk Plasa.com (sempat pula dulu ikut berjualan barang di ketiga forum ini).

Namun itu tahun 2000-an. Sekarang masanya sudah jauh berubah. Tidak semua forum bisa mempertahankan eksistensinya. Kini Kaskus.us diakui sebagai forum terpopuler dan menjadi situs komunitas lokal yang paling banyak pengunjungnya setiap saat. Hal ini terjadi karena proses rejuvenasi yang berhasil dilakukan Kaskus.us, dengan melahirkannya kembali dengan semangat yang lebih positif (dan membuang topik-topik yang berbau dewasa dan SARA).

Demikian pula dengan Plasa.com, meski dengan cara yang berbeda dengan yang dilakukan oleh Kaskus.us. Jumlah anggota forum lebih dari 78.000 pengguna, meski bisa dikatakan aktivitas mereka di forum ini kuran terlihat. Mungkin itu sebabnya Plasa.com lalu mengubah positioning-nya secara bertahap. Tidak lagi memposisikan diri sebagai forum segala ada, tapi mencoba memfokuskannya pada e-commerce (transaksi jual beli), sembari menggaet kerja sama dengan para pedagang toko daring lainnya. Versi baru situs ini bisa dilihat versi Beta-nya di sini. Forum sepertinya akan tetap dipertahankan, terutama untuk memberi kesempatan para pedagang toko daring di sana untuk membangun loyalitas pelanggannya.

plasa1
Versi lama

plasa2
Versi baru

Ibarat sebuah mal, Plasa.com ini menjadi pusat perbelanjaan, dan toko-toko pendukungnya sebagai “penyewa”-nya. Salah satu permasalahan krusial dari sebuah situs e-commerce (yang membuat situs lipposhop.com gagal) adalah perasaan tidak aman saat bertransaksi. Pembeli cenderung takut menggunakan kartu kreditnya saat bertransaksi. Meski kekhawatiran ini sudah lebih berkurang (buktinya, semakin banyak yang belanja aplikasi daring dan buku di situs luar dengan kartu kredit), tetap saja keraguan akan tetap ada.

Pola “e-commerce” yang terjadi di berbagai situs saat ini masih tradisional. Pesan barang, transfer uang manual ke bank, fax/email bukti transfer untuk konfirmasi, lalu barang dikirimkan. Tidak semudah kita melakukan pembayaran via PayPal, misalnya. Plasa.com sepertinya ingin membuktikan kalau isu kekhawatiran ini bisa dihilangkan. Mereka dengar-dengar sudah menjalin kerja sama dengan BII dan BCA, dan metode pembayarannya bisa bervariasi, dari kartu kredit, transfer, hingga pemanfaatan “mata uang” T-Cash (Telkomsel) dan F-Transfer (Flexi). Kita tunggu saja, apakah ini bisa menghilangkan kekhawatiran orang untuk belanja di ranah daring Indonesia.

Para penjual produk tentunya bisa memanfaatkan forum komunitas yang ada untuk memperkuat penjualan. Kalau Anda punya toko di sana, segeralah siapkan thread topik untuk menunjang pemasaran produk Anda. Siapkan dengan beragam artikel menarik di thread itu. Sehingga, saat situs Plasa.com ini resmi diluncurkan tanggal 27 Maret 2010, Anda sudah jauh lebih siap daripada para kompetitor Anda di sana.

Oh ya, siap-siap saja. Berdasarkan info dari seorang teman yang bekerja di Mojopia (yang kebetulan hampir semuanya kenal, termasuk bosnya), yang juga merupakan pengembang versi rejuvenasinya Plasa.com, akan ada kontes berhadiah 24 iPad yang dibagikan setiap jam saat peluncuran resminya. Kalau untuk ini, tunggu saja nanti info lebih lanjutnya ya (mudah-mudahan ini bukan gosip).

Rejuvenasi Plasa.com ini adalah artikel dari: Media Ide
-- Sudah pernah membaca buku-buku berikut?

Kompetisi Menulis Wikipedia 2010

http://www.wikimedia.or.id/wiki/Bebaskan_Pengetahuan_2010

Facebook Page U.S. Embassy – Jakarta, Indonesia

http://www.facebook.com/jakarta.usembassy

Cara Login & Daftar Facebook

http://www.readwriteweb.com/archives/how_google_failed_internet_meme.php