Category: Blogger

Air Golf: Air Guitar sans music

There was a time when Unspun was a golfer. It is a great game but Unspun’s nonetheless gave it up. The reason? Golf is great but golfers are often insufferable.

Take this morning for instance. Unspun was at the gym at the break of dawn doing battle with the Flab when in comes this hulking Australian to do some workout. In between sets of weights, however, he would look at himself in the mirror and practice his golf swings with all the seriousness of someone about to play at St Andrew’s.

 

 

 

Why is it that golf is the only game where the players practice their swings unabashedly in public? What’s so special about the game that strips otherwise sensible persons from the capacity of self-realization? What magical sway doe sit hold over them that they do not know how ridiculous they look to others with the Air Golf maneuvers? It all looks like Air Guitar with the music turned off.

But what intrigues Unspun is why  is it only golf that produces such absurd behavior. We do not see tennis players, football players, swimmers or runners, or basket ball players, or billiards players get into a reverie, take leave of their senses and start practicing their moves in public? So why golfers?

This is one of the mysteries of life for me. Anyone care to enlighten us on this phenomenon?


miting

“Pak, skedul miting dengan klien minggu depan dikensel, ya.” Demikian ujar salah seorang karyawan di kantor saya. Saya paham maksudnya, yaitu jadwal rapat dengan klien minggu depan dibatalkan. KBBI sudah mencantumkan kata skedul (Ing: schedule), klien (Bld: cliënt; Ing: client), dan mengensel (Ing: cancel). Kata miting belum tercantum (meskipun sudah ada kata memiting), mungkin karena para penyusun KBBI masih ragu apakah serapan ini cukup dapat diterima. Saya belum melakukan analisis statistik penggunaan kata, namun tampaknya miting bahkan lebih kerap dipakai daripada rapat. Saya duga kata ini akan masuk dalam KBBI edisi V.

Kata-kata serapan ini hidup dan dipakai dalam masyarakat penutur bahasa Indonesia, terutama kalangan pekerja kantor. Fenomena yang saya anggap menarik adalah penyerapan (dan penggunaan) kata yang sudah memiliki kata dengan makna yang sama persis dalam bahasa Indonesia. Menurut saya ini berlewahan. Pengguna bahasa tampaknya “lupa” bahwa kita sudah punya kata jadwal, rapat, dan membatalkan.

Ah, saya memang pedantis.


Filed under: bahasa Indonesia Tagged: diksi

Cara membackup file menggunakan Déjà Dup di LinuxMint 12

Masih berkaitan dengan artikel saya tentang backup membackup, kali ini saya akan menyajikan cara membackup file-file anda menggunakan program penduplikat file berbasis GUI yaitu déjà dup.

Install Déjà Dup

Déjà Dup sudah menjadi tool backup default di LinuxMint 12, jika anda menggunakan Linuxmint 11 anda dapat dengan mudah menginstalnya melalui Software Manager dengan cara mengetik deja-dup di kolom pencarian. Cara lainnya adalah menggunakan perintah berikut di terminal.

sudo apt-get install deja-dup

 

Backup File

Silahkan buka Déjà Dup melalui Menu > System Tools > System Settings lalu klik ikon Backup, setelah terbuka anda akan dihadapkan pada menu Overview dimana konfigurasi program backup masih default dan posisi program masih OFF.

Sebelum membackup file, anda harus menkonfigurasi file apa saja yang mau dibackup, dimana backup akan disimpan, dan kapan mau dibackup. Untuk menyetting konfigurasi tsb, pertama-tama klik menu Storage di sebelah kiri lalu pilih lokasi penyimpanan backup, bisa di clouds, online server, server lokal atau di folder. Pilih harddisk eksternal atau server online agar data backup anda aman jika terjadi kerusakan pada harddisk komputer anda.

Menu berikutnya adalah Folders, dimana anda harus memilih folder mana aja yang akan dibackup dan folder mana yang tidak perlu dibackup.

Dan menu terakhir di sebelah kiri adalah Schedule, dimana anda harus menkonfigurasi jadwal berlangsungnya proses backup.

Setelah semua setting telah dikonfigurasi, silahkan kembali ke menu Overview, lalu geser tombol automatic backup ke posisi ON, atau klik tombol Back Up Now, selanjutnya anda akan diminta memasukkan password enkripsi, anda bisa memasukkan password atau memilih tanpa password. Setelah itu proses backup akan berlangsung.
File backup tsb akan tersimpan dengan ekstensi tar.gz atau gpg, tergantung pilihan apakah file tsb di enkripsi dengan password atau tidak.

Restore

Untuk merestore kembali file-file anda, buka program Déjà Dup, lalu pada menu Overview klik tombol Restore. Anda akan diberikan menu dropdown dengan pilihan tanggal backup yang telah dibuat. Pilih salah satu tanggal dan lanjutkan dengan klik Forward. Pilih lokasi restore lalu klik Forward lagi. Jika info yang anda berikan sudah benar klik Restore untuk memprosesnya.

Artikel Terkait