Posts tagged: Headline

Amprokan Blogger 2010 (4) : “Menyulap” Sampah Menjadi Berkah

Tidak jauh dari UKM Boneka adalah lokasi kunjungan para peserta Amprokan Blogger berikutnya, yaitu Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu yang letaknya bersebelahan dengan TPA Bantargebang.

Di benak para peserta Amprokan mungkin saja terbersit kesan bakal mengunjungi sebuah daerah yang paling tidak menyenangkan selama acara Amprokan Blogger di Bekasi. Sebuah anggapan yang tidak salah. Tapi setelah tiba disana, sedikit banyak impresi itu bisa berubah. Meski memang, namanya juga tempat pembuangan sampah, baunya masih tetap ada, meski sudah tereduksi secara signifikan.

Disanalah sebuah “sejarah” baru tengah digulirkan. Tak heran jika Wakil Walikota Bekasi Bapak Rahmat Effendy dalam kata sambutannya menyambut kedatangan kami dengan bangga menyatakan bahwa, pada tempat inilah onggokan sampah bisa berubah menjadi berkah.

Di area penimbunan sampah akhir tersebut Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama denga PT Gikoko Kogyo Indonesia menerapkan manajemen persampahan Kota dengan memanfaatkan mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism, atau CDM) melalui pemusnahan Gas Metana.

Harus diakui pembuangan akhir sampah dengan sistem penimbunan secara terbuka menyebabkan pemanasan global dikarenakan Gas Metana (CH4) dari proses anaerobic. Konsekuensi ikutan lainnya adalah dampak langsung maupun tidak langsung bagi penduduk sekitar maupun lingkungan. Atas pertimbangan itulah, Pemerintah Kota Bekasi “menggandeng” mitra PT Gikoko Kogyo untuk mengatasi persoalan ini.

Proyek Pemusnahan Gas Methan di TPA Sumur Batu dilakukan melalui cara teknik penutupan “Entombment Cell” dengan geomembran. Selain menghalangi masuknya air hujan,sehingga dapat mereduksi level air didalam sel, geomembran ini menghalangi pelepasan emisi gas Methana ke udara, sehingga penangkapan gas bisa dilakukan secara optimal. Banyak resiko yang bisa dihindari lewat metode ini seperti kebakaran, polusi udara, dan longsor.

Gas yang “tertangkap” disalurkan melalui sebuah pipa utama menuju tabung pembakaran (burning chamber) lalu dimusnahkan. Sebagian dari gas tersebut digunakan untuk pembangkit listrik yang nantinya digunakan untuk kebutuhan sistem instalasi itu sendiri maupun dijual secara komersial.

Dapat dikatakan bahwa dari TPST Sumur Batu inilah dapat dibangun instalasi PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Seperti dikutip dari Kompas online,

PLTS rencananya akan dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik 26 MW. Sampah memang tidak berperan langsung menghasilkan listrik, tetapi diproses dulu untuk menghasilkan gas metan yang akan diubah menjadi energi listrik. Mula-mula, sampah-sampah dari TPST Bantar Gebang dikumpulkan dan diolah melalui sebuah proses pengolahan yang disebut control and sanitary landfill, yakni proses penguraian, penutupan, dan pemanasan sampah untuk menghasilkan gas metan. Gas metan yang dihasilkan kemudian akan dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar generator penggerak PLTS. Untuk menghidupkan dan menggerakkan sebuah generator PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) per jam dibutuhkan gas metan hasil olahan dari sekitar 1.000 kubik sampah.

Benefit tambahan juga bisa didapatkan yakni dari kontrol rekaman jumlah Gas Methana yang telah dimusnahkan akan disertifikasi sebagai “Carbon Credit” yang berdasarkan Protokol Kyoto dapat dikompensasi menjadi jumlah uang per ton gas Metan yang dimusnahkan.

Disisi lain, sampah yang ada bisa didaur ulang atau digunakan sebagai kompos/pupuk yang pada gilirannya akan memberikan keuntungan ekonomis. “Kejelian” Pemkot Bekasi menangkap peluang ini patut diapresiasi karena upaya yang dilakukan tidak hanya mengurangi dampak ekologi dari timbunan sampah namun juga dapat menyumbangkan tambahan penghasilan bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi melalui penjualan listrik lewat PLTS, Kredit Karbon, Penjualan Kompos/Pupuk dan Daur Ulang. Tak salah memang apa yang dikatakan oleh Bapak Wakil Walikota : Disinilah Sampah bisa berubah jadi Berkah !

Perjalanan berlanjut menuju ke Kota Jababeka Cikarang..

(bersambung)

Amprokan Blogger 2010 (3) : Nuansa Merah Muda Merebak di Bantar Gebang

Bis yang mengangkut peserta Amprokan Blogger bergerak dari Tugu Bina Bangsa menuju UKM (Usaha Kecil Menengah) Boneka di kawasan Bantar Gebang. Lumayan jauh juga, sekitar 15 km dari lokasi kunjungan pertama.

Kami menyusuri jalan Raya Narogong Bekasi. Sepanjang perjalanan diatas bis-3, dilaksanakan perkenalan para peserta yang dipimpin oleh koordinator bis Bang Komaruddin Ibnu Hikam yang mendapat julukan jawara Bekasi romantis dan juga seorang penulis buku produktif. Keceriaan mewarnai perjalanan kami yang cukup jauh tersebut.

Akhirnya kami memasuki kawasan Bantargebang.

Persiapan sambutan atas kunjungan kami, para peserta Amprokan Blogger 2010 di lokasi UKM (Usaha Kecil Menengah) Boneka yang berada dibawah binaan Deperindag Kota Bekasi, terlihat saat kami menyaksikan sebuah spanduk menyongsong kedatangan kami. Lokasi UKM yang berada ditengah-tengah perkampungan penduduk dengan akses jalan yang kecil tidak menghalangi kedatangan para blogger bertandang kesana. Sejumlah warga disekitar UKM Boneka menyaksikan kami, para blogger –yang mungkin disangka rombongan pejabat karena dikawal oleh mobil polisi bersirene nyaring plus beberapa anggota Satpol PP Bekasi yang ikut menertibkan situasi—berjalan memasuki area diskusi/penyambutan yang di sediakan.

Kami disambut hangat oleh Pak Purnomo Ketua UKM ini yang menjelaskan keberadaan UKM ini merupakan sebuah bukti nyata komitmen untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan. “Produk-produk yang kami siap bersaing dengan produk serupa dari luar negeri, terlebih bila ada dukungan nyata dari masyarakat maupun pemerintah,” ucap Pak Purnomo optimis.

Wakil Walikota Bekasi Bapak Rahmat Effendi yang juga datang menyambut para Blogger dalam kata sambutannya berharap agar dengan kunjungan ini, para Blogger mendapatkan gambaran seputar industri kecil menengah yang merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia yang patut diandalkan.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan menyaksikan aktifitas pembuatan Boneka di UKM ini. Saat kembali ke bis seluruh peserta diberikan kenang-kenangan bantal merah muda buatan UKM Boneka berlogo “Amprokan Blogger 2010″. Wow keren!

Berikut foto-foto-nya

Nah..yang terakhir ini adalah Blogger Narsis Romantis, bersama bantal merah mudanya…so sweet..  hehehe

(bersambung)

Cerita dari Axis Java Jazz Festival 2010

This image has no alt text

Selama 3 hari kemarin berada di Axis java Jazz Festival dan mengaku diri sebagai seorang press, sehingga bisa bebas masuk menonton pertunjukan manapun, termasuk semua special show seperti John Legend, Babyface, Toni Braxton, dan Manhattan Transfer. Yang melelahkannya dibanding Java Jazz Festival tahun lalu adalah luasnya area JIExpo Kemayoran. Di satu sisi, kita nggak perlu berdesakan melewati kerumunan orang kalau mau berpindah dari panggung ke panggung (seperti terjadi tahun lalu). Di sisi lain, rentang lokasinya amat berjauhan, sehingga untuk berpindah dari acara di Ruang Lawu dan Semeru lantai 6 ke acara di Hall D cukup melelahkan.

Hal yang juga sangat disayangkan sebenarnya kekurangperhatian panitia akan para pengunjung penyandang cacat. Banyak loh penonton kemarin yang datang menggunakan kursi roda, terutama mereka yang dari luar negeri. Beberapa mengalami kesulitan memasuki area tertentu, apalagi kalau berniat membeli sesuatu di food area.

Kalau masalah parkir sih ya sudah resiko. Mau Java Jazz Festival dipindah kemanapun, tempat parkir akan selalu tidak cukup. Tadinya ada harapan tersedianya transportasi bus umum yang tersedia setiap jamnya, khusus dari lokasi acara ke titik-titik pusat hunian, sehingga saat pengunjung pulang jam 02:00 pagi misalnya, ia tidak kesulitan pulang karena jauhnya lokasi dari tempat tinggalnya.

DSC_8509

Yang paling santer terdengar di social media (hingga di lokasi acara) tentunya adalah susahnya melakukan komunikasi. Untuk menelepon susah, ber-SMS telat, apalagi untuk menggunakan jaringan data. Semakin malam, saat pengunjung semakin padat, semakin sulit pula melakukan komunikasi. Sayangnya, tweet dari akun resminya @JavaJazzFest juga tidak membantu. Salah satu tweetnya sempat malah memperkeruh suasana.

Namun hal lain yang menguntungkan adalah harga tiketnya yang lebih murah, harga makanan dan minuman yang juga lebih bersahabat (meski transaksi pembayarannya libet, harus menggunakan BNI prepaid card, yang antrinya cukup panjang). Setiap brand sponsor mendapat tempat yang luas, sehingga para konsumennya bisa lebih dimanjakan (sempat menikmati pijatan kaki di Axis Lounge). Meski ruangan-ruangan di JIExpo Kemayoran sebenarnya tidak didesain untuk konser, kualitas suara panggungnya pun masih tetap bagus.

Musisi yang kemarin sempat ditonton dan didokumenasikan antara lain: Allen Hinds, John Legend, Eric Benet, Bob James, Dira J. Sugandi, Christian McBride, Manhattan Transfer, Bandanaira, Toni Braxton, /rif, Roy Hargrove Quintet, Babyface, Bubi Chen, Andien, dll. Fotonya bisa dilihat di salindia berikut ini. Kalau mau full screen, tekan tombol yang di kiri atas. Alternatifnya, bisa cek galeri lengkapnya di tautan ini.

Cerita dari Axis Java Jazz Festival 2010 ini adalah artikel dari: Media Ide
-- Sudah pernah membaca buku-buku berikut?

Amprokan Blogger 2010 (2) : Kawalan Polisi dan Prasasti Kusam Tugu Bina Bangsa

Bis Amprokan Blogger 2010 yang siap digunakan untuk Anjangsana Blogger

Bis Amprokan Blogger 2010 yang siap digunakan untuk Anjangsana Blogger

Sabtu (6/3) pagi yang cerah. Matahari bersinar terang dan langit terlihat cerah. Sungguh ini sebuah berkah tak terhingga dari sang Maha Pencipta untuk memulai kegiatan Amprokan Blogger 2010. 5 Buah Bis berkapasitas 54 orang telah berjejer rapi di halaman depan Asrama Haji Bekasi saat saya dan Mas Eko Eshape tiba dari Cikarang. Saya melirik jam tangan. Masih pukul 08.15 pagi.

Kami lalu bergegas masuk kedalam asrama haji Bekasi. Disana sudah ada Mas Aris Heru Utomo (Ketua Blogger Bekasi sekaligus Ketua Amprokan Blogger 2010), Mas Vavai, Mas Yulyanto, Bang Komaruddin Ibnu Mikam (sang koordinator transport dan akomodasi), Mas Iran ZJ, Mbak Ratu, Mbak Irma, Mbak Mila. Terlihat Mas Yul dan Mas Irfan sedang sibuk melakukan registrasi peserta. Beberapa diantara peserta memang tidak menginap di Asrama Haji. Ada sebagian yang menginap di sanak saudara di Jakarta/Bekasi atau bahkan ada 4 orang Blogger asal Karawang yang secara nekad (tapi mengharukan) berkonvoi naik sepeda motor dari Karawang Timur ke Bekasi (kurang lebih berjarak 40 km). Deni, salah satu blogger Karawang, mengaku sangat senang datang ke Amprokan Blogger. “Dengan semangat silaturrahmi para blogger, kami semua siap menempuh perjalanan jauh sekalipun”, katanya penuh semangat.

Berfoto bersama sebelum berangkat beranjangsana

Berfoto bersama sebelum berangkat beranjangsana

Sebelum bis berangkat, ibu Nelly (Kabag Telematika Pemkot Bekasi) –yang juga “dinobatkan” jadi bunda blogger bekasi–datang bersama sejumlah staffnya dengan seragam khas berupa kaos abu-abu. “Bagaimana persiapannya? Sudah siap semua kan’?,” sapa Ibu Nelly hangat. Mas Aris lalu menjelaskan persiapan pemberangkatan.

Blogger yang baru tiba langsung melakukan registrasi di halaman depan Asrama Haji Bekasi. Mereka mendapatkan Kaos Amprokan Blogger 2010 (persembahan Telkom Speedy), Name Tag dan Pin Blogger Bekasi.

Menjelang pukul 09.00 bis sudah siap diberangkatkan ke lokasi pertama kunjungan : Tugu Bina Bangsa. Para peserta bisa melihat nomor bis yang akan diikuti dengan melihat pada Name Tag masing-masing untuk nomor bis yang akan diikutinya. Dan sebagaimana lazimnya para blogger, sebelum berangkat “wajib hukum”-nya berfoto bersama dulu.

Saya sendiri naik di bis 3 bersama-sama panitia lain yakni ;Mas Yul, Bang Komar, Mbak Ajeng dan Mbak Mira. Bis melaju tenang menuju arah keluar Asrama Haji.

Paling depan rombongan bis kami, sebuah mobil polisi dengan sirene meraung-raung mengawal kami. “Luar biasa , Ini baru pertama kali terjadi!,” seru seorang blogger sambil geleng-geleng kepala keheranan. “Kita semua yang hanya seorang blogger biasa, bukan selebriti maupun pejabat atau orang penting, dikawal secara istimewa oleh Polisi. Ini sebentuk penghargaan luar biasa buat Blogger. Keren !. I Betul-betul sejarah yang indah,”ucapnya antusias.

Kami menuju lokasi pertama Tugu Bina Bangsa. Hanya kurang dari 15 menit, kami sudah tiba di lokasi yang bersebelahan letaknya dengan Gelanggang Olahraga Bekasi itu yang konon akan dibangun stadion Olahraga bertaraf Internasional senilai Rp 200 M dan akan selesai tahun 2013.

Tugu Bina Bangsa yang berlokasi di bumi perkemahan Bina Bangsa ini dan dikelilingi oleh pepohonan rindang dan sejuk. Sebuah prasasti kusam berada dibagian depan bertuliskan penggalan bait-bait puisi menggetarkan karya pujangga besar Indonesia, Chairil Anwar berjudul “Krawang Bekasi”.

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Tugu ini memang menggambarkan perjuangan gigih para pejuang Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dan puisi Chairil Anwar merupakan representasi semangat dan perjuangan rakyat mengusir penjajah. Sayang sekali, prasasati yang kusam ini kurang terawat. Tulisan-tulisannya tak terlihat jelas. Kedepan, mudah-mudahan ada upaya Pemkot Bekasi untuk membenahinya.

Bang Komar bertindak sebagai “pemandu wisata” menjelaskan secara rinci mengenai sejarah keberadaan tugu ini.

Tulisan yang kurang jelas pada Prasasti Tugu

Tulisan yang kurang jelas pada Prasasti Tugu

Terdapat lima buah pilar besar ditengah kolam, yang menggambarkan 5 Sila dari Pancasila. Konon, bila kondisinya bagus, maka akan memancar 17 air mancur yang merefleksikan tanggal hari ulang tahun Republik Indonesia, 17 Agustus.

Tugu ini memiliki arti penting sebagai sebuah monumen berharga untuk senantiasa mengingat jasa para pahlawan kita yang telah gugur demi membela kemerdekaan.

Usai acara kunjungan singkat ini, dilanjutkan dengan foto bersama para blogger didepan tugu, kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju UKM Boneka di Bantar Gebang.

Foto bersama didepan Tugu Bina Bangsa

Foto bersama didepan Tugu Bina Bangsa

(Bersambung..)

Amprokan Blogger 2010 (1) : Mewujudkan Sebuah “Mission Impossible”

Para Panitia Amprokan Blogger 2010 usai acara di Hari Terakhir (7/3) di aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Bekasi

Para Panitia Amprokan Blogger 2010 usai acara di Hari Terakhir (7/3) di aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Bekasi

KETIKA pertama kali “ditantang” oleh Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad untuk menggelar kegiatan temu blogger berskala nasional terkait dengan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ketigabelas dalam ajang Kopdar bareng pucuk pimpinan wilayah Kota Bekasi bulan Januari silam, sempat terbersit keraguan dan kekhawatiran di hati kami semua para pengurus Blogger Bekasi atau BeBlog.

Bukan apa-apa, “tantangan” ini sungguh “menggoda” tapi sekaligus membuat hati ketar-ketir, karena mengingat Komunitas Blogger Bekasi yang baru saja lahir 3 bulan sebelumnya ini (resmi diluncurkan tanggal 17 Oktober 2009) dimana tentu saja dari segi sumber daya dan kemampuan interaksi bersama komunitas blogger lainnya di Indonesia masih terbatas. Belum lagi jangka waktu tinggal sebulan lebih untuk persiapan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional itu.

Tapi gagasan Pak Walikota itu kian mengkristal dan memantikkan api keinginan dihati kami semua untuk berupaya mewujudkan “mission imposible” ini. Tantangan tersebut akhirnya dijawab : Ya, kami bisa dan pasti bisa!. Jaminan dukungan (baik finansial maupun non financial) Pemkot Bekasi untuk penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi salah satu dasar untuk tetap bersemangat menjalankan kegiatan ini.

Dan demikianlah, bagaikan tim Tom Cruise dalam film “Mission Impossible”, kamipun beraksi secara cepat, taktis dan efisien. Ibaratnya kami sudah berada dalam posisi “Point of No Return”. Pokoknya mesti jalan terus, apapun yang terjadi. Persiapan konsep penyelenggaraan dimatangkan lewat meeting online di mailing list dan meeting offline mulai intens dilaksanakan. Adalah Kang Masim “Vavai” Sugianto admin portal Blogger Bekasi yang merupakan warga asli Bekasi melontarkan ide menamakan ajang pertemuan ini sebagai “Amprokan”, yang berasal dari kata “Amprok” atau Pertemuan. Momentum Amprokan Blogger yang merupakan hasil sinergi strategis dan dashyat antara Pemerintah Kota Bekasi dan Blogger Bekasi untuk memeriahkan HUT-13 Kota Bekasi sekaligus juga menjadi sebentuk promosi Bekasi di dunia maya.

Konsep acaranya sendiri dibuat “beda” dengan penyelenggaraan acara serupa seperti ajang Pesta Blogger. Anjangsana atau Kunjungan Blogger ke sejumlah fasilitas sejarah dan budaya, pemberdayaan sosial dan ekonomi, pengembangan kota dan komitmen pelestarian lingkungan, misalnya, menjadi aksentuasi utamanya serta ciri khas kegiatan ini. Implementasinya seperti kunjungan ke tugu Bina Bangsa, UKM Boneka Bantargebang, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu dan Kawasan Kota Jababeka. Diharapkan para blogger yang hadir dapat mengungkapkan pemikiran, data dan fakta dari apa yang sudah diperoleh dan menjadi bekal berharga sntuk menapak kedepan.

Dengan mendayagunakan segala potensi kepanitiaan yang ada, termasukmerekrut sejumlah kawan blogger bekasi lainnya baik yang pernah mengikuti Blogshop bersama Blogger Bekasi maupun tidak, tahapan persiapan penyelenggaraanpun dimulai. Pembagian tugas dijalankan. Mulai dari persiapan situs www.temublogger.com hingga hal-hal yang nyaris terabaikan lainnya. Syukurlah dukungan Pemkot Bekasi cukup berperan, tidak hanya karena Walikota dan wakilnya juga adalah seorang Blogger, namun juga sebuah komitmen besar mengangkat citra Bekasi lebih bagus lagi lewat interaksi di Cybermedia.

Telkom Indonesia, yang di bulan Desember 2009 lalu sudah menandatangani perjanjian kerjasama konstruktif juga siap membantu kegiatan ini. Selain menyediakan hadiah merchandise (Goodie bag, Doorprize, 300 kaos peserta dan panitia) juga menyiapkan jaringan Hot Spot di tiga lokasi penting penyelenggaraan Amprokan Blogger masing-masing di Asrama Haji Bekasi, Pendopo Walikota Bekasi hingga aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi. Sejumlah sponsor lain ikut mendukung kegiatan ini.  Peserta yang tak perlu membayar ticket atau iuran apapun ini. Semua Gratis bahkan pihak BeBlog menyiapkan dana penggantian Transport bagi peserta diluar wilayah Bekasi berdasarkan proporsi letak wilayah geografisnya.

Jum’at Tanggal 5 Maret 2010. para peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan. Malam itu Panitia sudah menyiapkan 4 kamar (berkapasitas 10 tempat tidur) yang datang lebih dulu. Peserta dari Pontianak, Makassar, serta Solo tiba lebih dulu, lalu menyusul peserta dari komunitas daerah lain seperti Solo, Balikpapan, Magelang, Banjarmasin, Bangkalan Madura, Surabaya, Mojokerto dan Malang. Keakraban antar sesama blogger terjalin spontan. Interaksi ini sangat membahagiakan serta sungguh membuat Para Panitia kian terpacu untuk berbuat lebih baik demi Amprokan Blogger

(bersambung…)


Warning: gzuncompress() [function.gzuncompress]: data error in /home/vavai/public_html/wp-includes/http.php on line 1824